Ombak yang bagus, pasir panjang, laut biru untuk berenang dan menyelam, wujudkan momen menyenangkanmu, disini. Pegunungan untuk didaki, hutan dan air terjun tersembunyi untuk di jelajahi. Saksikanlah keindahan alami dari bumi yang kita cintai, disini. Rasakan keramah tamahan, dengarkanlah keunikan kisah-kisah dari sejarah manusia, dan lihatlah keagungan artefak peninggalan zaman megalitikum di sini; Nias Selatan menyambut orang-orang dari seluruh  penjuru dunia, Ya’ahowu.

Nias Selatan adalah tanah dari keindahan alam yang alami, sebuah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Terdiri dari 104 Pulau  dengan 4 pulau besar, bersisian dengan Pulau Sumatera. Beberapa dari pulau itu, belumlah berpenghuni. Teluk Dalam, adalah ibu kotanya.

Kisah peradaban zaman pra sejarah ada disini. Sekitar 3000 hingga 5000 tahun yang lalu, sebelum masehi. Asal usul asli suku Nias (Ono Nihaa) masih misteri. Pendapat umum, menyatakan bahwa nenek moyang suku nias adalah pelaut. masuk dan membangun kehidupan pertama di desa Gomo, sebelum kemudian berkembang hingga tersebar hampir di seluruh kepulauan Nias.

Nias Selatan, kaya akan keunikan budaya dan tradisi; bahasa, hukum adat, seni, arsitektur kuno, olah raga, ritual dan perayaan semisal; perayaan musim panen, perayaan pernikahan, penabalan gelar dan perayaan lainnya.

Menhir, batu tinggi lebar, artefak peninggalan zaman pra sejarah, juga merupakan bukti nyata atas peradaban di masa lalu, yang kini berbaur dengan peradaban modern serta keindahan alam yang memukau. Banyak cerita sejarah yang hidup di dalamnya. Cerita yang masih dapat dituturkan oleh orang-orang di Nias Selatan.

Kebudayaan menarik dari Nias selatan lainnya adalah; keunikan tarian tradisional dan tradisi lompat batunya. Tarian ini disebut Baluse dan Moyo. Pada zaman dahulu, tarian Baluse digunakan untuk melatih generasi muda mengenai seni berperang, hal ini ditujukan untuk membentuk generasi muda Nias Selatan kala itu, agar menjadi prajurit kuat dan tangguh agar dapat mengalahkan musuh-musuh yang ada. Sekarang, tarian ini dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan warisan budaya. Biasanya, tarian ini akan digelar untuk menyambut tamu yang dating selain digelar pada upacara-upacara adat. Tarian Baluse ini ditarikan oleh para lelaki, sementara untuk perempuan, tarian tradisionalnya adalah tarian Moyo. Tarian Moyo merupakan simbol semangat dan kegesitan perempuan di Nias Selatan untuk meraih cita-cita. Tarian ini akan digelar pada upacara penyambutan tamu.

Ritual lompat batu, merupakan ritual untuk melatih seni perang pada generasi muda Nias Selatan. Pada zaman dahulu kala, setiap prajurit harus mampu melompati pagar pertahanan musuh. Oleh karenanya ritual lompat batu ini menjadi begitu penting dan sakral, agar lompatan para prajurit dan semakin tinggi. Di zaman itu juga, setiap pemuda di Nias Selatan haruslah mampu melompati batu setinggi 2,5 meter agar dapat dinyatakan telah dewasa.

Nias Selatan, selalunya menyambut untuk berbagi; keramah tamahan, keindahan dan kisah-kisah peradaban.

E-mail disbudparpora.nisel@gmail.com